Ujian Hidup Tingkat Tinggi

19 06 2010

Alhamdulillah saya bisa menyempatkan menulis sepatah-dua patah kalimat di blog ku ini🙂

Setelah beberapa minggu “cuti” dari posting-memosting akhirnya ada juga cerita yg harus aku tulis disini..

Masih sekitar pengalaman pribadi.. well, nggak apa-apalah baca sedikit tentang diriku😛
Ni cerita masih seputar persiapan pernikahan.. acara yang sangat membahagiakan, kumpul-kumpul bersama keluarga besar, teman-teman, dan saudara.. hmmm…. Thats is positive side..!!
Tapi pasti ada sisi sedih dan negatifnya juga sih… ini (mungkin) yang dialami para calon mempelai..

About preparing..saking sibuknya tentang rencana-rencana kita mungkin ada beberapa kerabat yang sampai kelupaan di undang.. alhasil, kita (orang tua dan sang mempelai) pasti dpat satu point hujatan atau olok-olokan dari mereka.. Sebagai manusia normal kita pastinya sedih.. bahkan mungkin marah mendengar perkataan-perkataan yang nggak enak banget… tapi bagi ku inilah satu pelajaran penting dan naiknya satu tingkat stres menjelang pernikahan.. Nah..bagi kalian catatlah satu paragraf diatas..

Budget.. alias dana…🙂 Disini kami menikah 70% memakai dana pribadi dan sisanya bantuan dari keluarga.. dengan dana yang pas-pasan kita harus pintar memilah-milah mana yang penting dan mana yang dinomor sekiankan.. dan jangan mengandalkan (maaf) hasil sumbangan.. mungkin dari yang termudah..undangan dan katering.. dari segi yang tersepelekan jujur aja kita agak melenceng dari pagar😛 dan agak mengganggu pikiran saat itu..
garis besar harus diatur dana rias, konsumsi, gedung/ lainnya, undangan, dokumentasi, dan mungkin masih banyak lagi…soalnya perlu diinget.. cacat nya suatu prosesi/ acara pernikahan pasti akan selalu diinget oleh orang lain.. but, perlu diingat juga no body is perfect!! + satu lagi stress point ku nihhh.. dan catet tu bagi yg mau nikah (khusus nya yg didanai pribadi kaya kita ) hitunglah dengan rumus teliti😛.

Yah yang namanya kehidupan memang begitu.. orang laen tu emang bisanya komentar, itulah kodrat sebagai manusia. Kita sebagai orang yang beriman jangan lah dimasukkan ke dalam hati.. maafkanlah mereka semoga tidak erjadi seperti kesalahan yang kita perbuat..
Yang terpenting adalah niat dan do’a kita benar pasti akan terlaksana dengan lancar..

Walau stres sudah sampai di ubun-ubun tetapi saya tetap ingin minta do’a restu bagi para pembaca, teman, keluarga yang mungkin melihat postingan ini..
Do’a agar prosesi pernikahan kita (21 Juni 2010) dapat berjalan dengan lancar, hikmat, dan tidak meninggalkan luka kepada orang-orang yang sudah kita undang..Amin..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: